Jika ikrar sejati telah ternodai; masih ada waktu untuk berubah. Jika waktu tak mengubahmu maka sekelilingmu telah teracuni karenamu.
Selengkapnya?
By
Nafry Marmata
at
05.30
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
06.15
6
Komentar
By
Nafry Marmata
at
23.57
1 Komentar
Pembrontak, itulah kata-kata Ayahku semasa aku kecil menujukan aku, tidak mengikuti banyak idealisme yang orang tuaku tanamkan. Satu yang kuingat adalah, jangan menjadi beban negara ini, karena itu adalah "Sampah Masyrakat". Ciptakan lapangan kerja, jangan menjadi pekerja, sekarang aku tahu artinya "Jangan menjadi Budak, Jadilah Pemimpin". Sampai sekarang belum bisa kulaksanakan. But i'm sure one day, i'll make dreams come true. Lahir sebagai anak pertama dari delapan bersaudara. Lebih banyak memakai rasa dari pada rasio. Dari kecil punya keahlian mecopet, sampai dari kantung baju ibukupun pernah kusikat uangnya hanya untuk jajan. Bakat alamiah ini tidak kuteruskan, berhubung sudah disekolahkan yang mana sekolah sudah mendidikku untuk lebih menyerap ilmu pengetahuan dan ahlak. (Jujur memang sangat sulit, namun dengan bertambahnya umur membuat manusia itu lebih bijaksana. Dari Keluarga yang biasa-biasa bahkan lebih dekat ke menengah kebawah, tamat bekerja dan mendapatkan kondisi real bahwa aku masih lebih beruntung dibandingkan banyak saudaraku disana. Mendapati kenyataan ini, ikut bergerak di bidang sosial salah satunya penyebaran hidup lebih arif dalam hidup sosial yang merupakan jawaban hidup untuk keluar dari kemiskinan Bangsa ini. Blog ini hanyalah salah satu tumpahan unek-unek yang sebagian hilang diskusi ngalur ngidul sama siapa aja. Berusaha moderat, saking moderatnya sampai-sampai Agamaku tidak ketahuan, menganggap Tuhan satu manusialah yang pande-padean, meski seorang kristen tapi acara beribadah minggu banyak kelupaan, beruntungnya, Tuhan selalu sayang dengan memaafkannku, bagiku adalah proses pencarian. Lebih suka menjadi konseptor dari pada eksekutor sampai-sampai kawan bilang Jago Konsep ajapun, padahal karena dia tidak tahu kalau Konseptor sebaiknya berdampingan dengan Eksekutor. Artinya jika aku mengkonsep maka salahmulah jika tidak jalan, karena anda tidak bisa menjadi eksekutor. He he he..
Lahir dari Marga Simarmata dari Sidajy Samosir, seandainya kerajaan itu masih ada maka akulah Raja berikutnya. Sayang di Kerajaan yang ada sekarang tinggal kampung dan Tugu yang berlepotan, kelak akan kubereskan. http://id.wikipedia.org/wiki/Simarmata.
Lahir dan besar di perdagangan, sebentar aja singgah di
Salam Pemberontakan
Selengkapnya?
By
Nafry Marmata
at
03.36
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
03.14
1 Komentar
Salamku untukmu yang jauh dariku...
Hari yang cerah ini, seperti menemukan Ilham aku seperti melihatmu
Aku berlari
Jauh, jauh sekali
Aku tersandar di pulau Cinta
hatiku tersapu bongkahan mmbak
Semilir angin tak lagi terasa
yang ada hanya hentakan, dentuman
Tak kuasa aku melawan
Hingga bersembunyi dibalik bebatuan
Aku tak sadarkan diri
Aku melayang
Jauh keangkasa
Meretas batas
Meninggalkan sukma.
Sesaat aku tersadar
Aku dihinggapi kedinginan,
Kurasakan tubuhku tak berbalut
Aku tak kuasa
Aku kembali terbang
Ragaku terhempas
Dilangit yang tak kukenal
Hanya ada bunga
bunga tak bertangkai
Bunga tak berdaun,
Hanya sebagai Tiang
Aku tertancap kesalah satunya
Aku terperih, kesakitan yang amat sangat
Kembali aku tersadar..
Berselimut malam,
Dipenuhi satu bintang,
Beribu-ribu Bulan
Aku terpana,
Aku terlena
Disekian banyaknya semesta
Aku menemukanmu lebih Bercahaya.
Aku tersandar dipulau cinta
Setelah berlalu beriring waktu
Aku tersandar dipulau cinta
Tersadar akan kehadiranmu.
January, 19, 2008.. Salam Hangatku buatmu Cinta...
By
Nafry Marmata
at
18.57
0
Komentar
Suatu ketika aku menonton acara Kick Andy di Metro TV. Tamu saat itu yang diwawancarai adala Aa Gym tentang poligami. Namun aku bukan mau cerita poligami. Ada satu pelajaran berharga yang kuperoleh Sewaktu bung andy mengatakan "Aa selama ini banyak orang yang menghujat Aa, terutama ibu-ibu karena merasa hak mereka sebagai ibu Aa sakiti ada yang ngga secara langsung marah sama aa selama ini" Ya ada kata si Aa, pernah ada satu acara yang saya hadiri dan seorang berteriak padaku bahwa aku menyakiti mereka. Apa anda tidak marah kembali dan mengatakan apa urusanmu, koq mencampuri urusan orang canda bung andy. Namun sebagai konsumen acara TV ini aku sediti terdiam ketiak si Aa mengatakan buat apa marah, buat apa kesal, setiap orang boleh menilai. Dan saya siap dikritik. Setiap orang yang terucap sesuatu dari mulutnya mencermikan apa yang sebenarnya dari dirinya. Nah seandainya saat itu aku marah, itu mencerminkan aku pemarah, jika saat itu aku mengucapkan kata-kata yang tdak pantas, maka akupun sekotor itu terangnya. Beliaupun mengambil contoh tentang kesabaran Nabi Isa yang kala itu dihina, dimaki, di sumpahin, sampai muridnya mengatakan mengapa anda tidak marah tuanku, Nabis Isapun mengatakan bahwa lebih baik kita tersenyum untuk mengurangi rasa amarah orang lain terhadapa kita..
Sungguh teladan luar biasa si Aa ini pikirku. Apakah semua orang sudah bisa seperti ini. Tentu tidak, karena seandainya bisa, maka tak akan ada perang, tak akan ada rusuh, takakan ada kesewenang-wenangan. Untuk ukuran modern sekarang sudah di jabarkan dalam rangkaian ilmu-ulmu psikologis, dan hal yang paling cocok untuk itu adalah Think before talk, atau mulutmu adalah harimaumu. Satu buku Stephen Covey adalah menyadari akan adanya ruang antara stimulus dan respon dan memanfaatkan ruang tersebut untuk berfikir. Adanya kesadaran akan fungsi ruang tersebut sangat penting karena memberikan kontrol di tangan kita. Aku berusaha semampu munkin untuk bijak, hal-hal disekelilingku, lingkunganku selama ini paling tidak berpengaruh bagiku untuk selalu tidak bijak Salam Hangat
By
Nafry Marmata
at
18.40
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
17.53
0
Komentar
Belakangan ini ramai orang membicarakan tentang Eyang Harto. Bukan Hanya Media Lokal, bahkan Internasional seperti BBC, CNN selalu menghiasi media ini seolah tidak mau ketinggalan berita dari mantan Penguasa No1. di Indonesia. Minimal running text media ini selalu updated. Bahkan Tokoh-tokoh Negara tetangga memberikan simpati yang mendalam pada eyang.
Setelah Presiden Soekarno Jatuh, ( Penuh Kontrofersi), Beliau Naik memimpin.. Beberapa catatan yang bisa kuambil adalah :
Ada banyak pertanyaan sekarang ini yang muncul... Apakah anda memaafkan Soeharto. Terkait dengan hal-hal diatas, secara etika dan pribadiku sendiri adalah hal yang tidak wajar memaki, menghina beliau apalagi dalam kondisi sekarang ini. Hidup dalam kesakitan yang amat sangat. Namun Hukum adalah hukum. Siapapun setara didepan Hukum. So.. Ada hal yang kita tunggu dalam babak baru sejarah Indonesia... Apakah Soeharto memang bersalah atau tidak? That's it.... Toh ada peradilan in absentia, yang penting jalur hukum itu dijalankan dengan benar. Ini adalah semacam teraphy yang bisa menjadi pelajaran buat rakyat kita.
Semoga Eyang cepat sembuh, namun jika harus dipanggilNya turut berdoa semoga diterima disisiNya.
By
Nafry Marmata
at
22.28
0
Komentar
Kembali dipenghujung Tahun.
Banyak yang telah dilakukan sesuai dengan terget yang telah direncanakan namun masih banyak hal-hal yang belum dilakukan dan menjadi rekomendasi untuk dilaksanakan di Tahun Depan.
Sebagai seorang pekerja yang begitu banyak bersentuhan dengan masyarakat, adalah hal yang sangat menyedihkan bila mereka sebagai insan manusia juga tidak ada peningkatan baik dari segi perekonomian, kesehatan, pendidikan buat anak-anak, dan kesehatan tentunya di tahun depan. Sebagai kesimpulan atas perjalanan waktu selama setahun ini saya mendapatkan beberapa penyebab klasik adalah
SELAMAT TAHUN BARU
By
Nafry Marmata
at
21.22
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
21.05
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
01.27
1 Komentar
By
Nafry Marmata
at
04.05
2
Komentar
By
Nafry Marmata
at
23.48
0
Komentar
By
Nafry Marmata
at
07.42
2
Komentar