Salut Buat Kritikus-Kritikus Sejati.

Dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu kala sudah ada tatanan sosial untuk pemerintahan dan orang yang diperintah. Raja/Kepala Kampung/Dukun sebagai pemerintahnya dan masyarakat sekitarnya sebagai objek yang diperintahnya. Dalam kaitan tatanan kehidupan ini selalu ada pihak-pihak yang tidak puas sehingga muncullah kritik saran baik secara formal maupun demostratif. Begitu juga secara luas yang terjadi di Negara ini. Sebagai seorang rakyat Indonesia saya memperhatikan begitu banyak kritikus, demostran yang selalu sabar memberikan sumbangsih pemikiranmereka dalam berbagai cara.Rasa terimakasih yang setulusnya saya sampaikan pada mereka yang selalu setia memantau perkembangan Negara ini demi kepentingan rakyat tentunya. Mengapa hal ini saya katakana? Sewaktu saya kuliah dulu saya mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan dan bertemu dengan masyarakat ada banyak yang bersedia mengorbankan dana, waktu, kesehatan, dan kehidupan yang seyogyanya mereka nikmati. Namun mereka tetap meluangkan waktu memikirkan perjalanan bangsa ini. Dan juga saya pernah menyaksikan beberapa demonstran dipukul, diinjak, ditangkap hingga berhari hari lamanya. Beberapa elemen masyarakat ini menentang keberingasan para Preman demi membebaskan tanah seorang ibu yang dicaplok oleh pengembang yang dibantu oleh aparat. Mereka harus lari tunggang langgang, mereka harus dikejar, dan disiksa. Apakah mereka ada kepentingan? Sebagai seorang yang objektif saya berani mengatakan mereka tidak satupun dibayar, mereka bergerak dikarenakan terusiknya rasa kemanusiaan. Mereka jengah melihat penindasan, penghakiman sepihak dan tak sedikitpun dinaungi rasa kemanusiaanya. Terbersit dalam pikiran seandainya mereka rajin belajar, bekerja, dan berkeluarga dengan baik maka tak akan mereka alami yang seperti ini. Mereka bisa hidup tenang kuliah dan bekerja dan menikmati indahnya dunia ini tanpa terganggu dengan morat maritnya kehidupan bernegara ini. Bahka mereka bisa menikmati indahnya KKN, Korupsi dan sebagainya. Memang belakangan muncul tokoh-tokoh yang semu, memainkan peran ganda, mengesampingkan agama, hidup hanya untuk kesenangan dunia yang berakibat sengasaranya manusia lainnya. Terlepas dari banyaknya para kritikus, demostran yang memainkan peran demi kepentingannya maupun kelompoknya yang rela menghabiskan uang demi target yang harus dicapainya, namun kritikus sejati itu tetap masih ada, sekecil-kecilnya hal yang dia lakukan itu disebapkan hanya tersentuhnya nurani dengan mengesampingkan kepentingannya. Mereka tetap berkarya meskipun tidak mengguncang, mereka adalah orang-orang yang layak diberikan rasa hormat. Teruslah berkarya teman, aku memang tak bisa seperti kalian namun setidaknya aku tidak menyusahkan masyarakat lainnya. Terimaksih yang tulus kami sampaikan buatmu yang selalu mengadikan diri demi kepentingan rakyat banyak tanpa mengenal imbalan atas jasa-jasamu. Meskipun kami tak mengenalmu semoga Tuhanmu selalu melindungimu menciptakan masyarakat yang Merdeka, Berdaulat Adil dan Makmur. Teruntuk teman-temanku dimasa kelam.

Jika ikrar sejati telah ternodai; masih ada waktu untuk berubah. Jika waktu tak mengubahmu maka sekelilingmu telah teracuni karenamu.




Selengkapnya?

Adat Pernikahan Batak (dari Pemula)

Jika Tuhan mengijinkan bulan July tahun ini (2008) kami akan melangsungkan Pesta Pernikahan. Iseng iseng searching di om Google tentang Pelaksanaan pernikahan dengan adat Batak. Sebagai infomasi Kami berdua sama-sama batak, sama-sama kristen, dan sama-sama dari Geraja HKBP. Sebegitu banyak artikel yang terbaca olehku yang hampir semua terdapat pro dan kontra tentang pelaksanaan adat Batak itu sendiri. Ada yang mengatakan memberatkan ada pula yang mengatakan sah-sah saja. Beginilah kira-kira rangkuman alasan atau semacam pendapat yang bisa aku tuliskan
1. Adat batak membuat pengantin kelelahan. Hal ini katanya disebapkan oleh sang pengantin mempersiapkan prosesi mulai dari kesalon pukul 3 pagi, diteruskan acara sebelum ke geraja, pulang gereja melaksanakan acara adat di Alaman Sampai undanganpun makan jam 2) dan berakhirnya acara Alaman sampai jam 7, hal ini disebapkan pembagian jambar (daging penamaan), dan memanggil satu-satu keluarga dekat untuk membagikan uang seribu rupiah (Pengalaman menyaksikan Pesta pernikahan sepupu) dan dilaksanakan pula lagi acara dirumah hingga Jam 1 pagi. Astaga naga.
Comment : Hal ini memang benar terjadi. Namun adalah bijak jika kita sedikit menurunkan urat tensi kita untuk mencermati permasalahan ini. Jika kita benar-benar mencintai adat itu sendiri tanpa merasa terzolimi rasanya seberapa lelahpun kita mudah-mudahan tidak akan terasa.Memang belum pernah mengalami namun secara psikologis beban yang kita rasakan akan benar-benar hilang jika kita melaksanakan pekerjaan/rutinitas kita jika menggunakan hati, bukan hanya akal. (he he he.. sok pintar gua). Jika tidak ada rutinitas seperti itu maka tidak ada adat, dan tidak ada yang membedakan kita dengan yang lainnya tanpa mengesampingkan hubungan sosial kita dengan suku lainnya. Mari lebih dewasa menyikapai hal ini toh. (Contoh Ekstrimnya belum pernah kedengaran Pengantin yang mati mendadak akibat kelelahan he he he)

2. Adat Batak Menguras Uang. Hal ini dapat dilihat jika seorang keponakan seorang Paman (Tulang) dan keluarga lain yang berdomisili di Jakarta atau tempat lain, berpesta di Medan, maka ia akan turun gunung melaksanakan sakralnya pesta itu. Secara matematis anda bisa bayangkan berapa banyak dana yang habis untuk persiapan pesta itu?

Comment : Yang benar saja bung. Tingkat kesejahteraan orang Batak secara persentatif (Maksudnya perbandingan jumlah suku batak dengan suku lainnya dalam perekonomiannya) diatas rata-rata suku-suku lain di Indonesia. Walapun tetap masih ada dibawah garis kemiskinan. (Kita berdoa kiranya Tuhan merestui pekerjaan mereka sehingga meningkat taraf hidup mereka). Ada yang bilang kalau uang itu dibuatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya (Les anak, Bimbingan anak, Fitnes ayah atau yang lainnya) pasti akan lebih baik.. Secar logika betul... Namun seandainya pengeluaran-pengeluaran buat pesta itu tidak ada maka orang batak tidak akan rajin bekerja. Akan sangat malas, hal ini dapat kita lihat pada bangsa kita. Hanya karena suburnya tanah ini membuat bangsa ini malas. Tidak ada etos kerja. Bersyukurlah orang batak jika kita diwariskan hal-hal semacam ini, karena kedangkalan pengetahuan kita kadang-kadang tidak menyadari secara mendalam arti dasar suatu peninggalan/warisan budaya.
3. Pengaruh Budaya/Agama Modern. Hal yang berkembang di tengah suku batak adalah adanya penganggapan sebahagian (khusunya kawula muda) tentang haramnya pelaskanaan adat batak, haramnya Ulos hingg tetek bengek yang mengharuskan setiap manusia itu dekat dengan Tuhan. Sehingga belakangan banyak kejadian permusuhan antara orang tua dan anak, antar keluarga. Yang masing-masing mempertahankan pendapatnya. Hal ini pernah saya rasakan ketika suatu keluarga ditinggalkan oleh ayahnya yang sudah saur matua (Meninggal sudah Tua dan Anak-anaknya semua sudah Menikah). Masyrakat batak dilingkungan itu begitu terkejutnya ketika sang anak tidak mau menghadiri pemakam sang ayah dikarenakan tidak boleh menyandang ulos. Alhasil sang Jasadpun dibawa begitu saja kepemakaman setelah ditinggalkan ank-anaknya dengan alasan bahwa agama yang mereka imani adalah Hidup Baru.

Comentar : Memang benar bahwa banyak masyarakat batak lebih mengedepankan ajaran adat/budaya dari pada pendekatan iman dan kepercayaannya. Namun tidak semua toh. Ada banyak orang yang rendah hati yang bisa mengkompositkan (membaurkan) adat dan istiadatnya untuk menambah rasa cinta pada Tuhan yang maha Esa. Kadang penulis bertanya tentang esensi dari Beragama dan BerTuhan. Apakah dengan menyandang Ulos kita Berdosa, Apakah adat kita tidak diciptaka oleh Tuhan? Adalah sangat Bijak dan rendah hati jika kita membuatkan Garis Adat sebagai Norma-norma dalam kehidupan sosial sehari-hari dan Agama sebagai Rasa Syukur kita akan kuasa Tuhan. Teman-teman boleh bertanya pada nurani masing-masing. Adat adalah jati diri kita tanpa mengesampingkan rasa sayang dan saling mengasihi kesesama manusia. Bisa membantu, memberi dan menjadi terang bagi manusia lainnya adalah rasa syukur kita pada Tuhan. Dan itu adalah esensi dasar beragama (untuk tidak tidak kacau balau).

• Yang Mendukung. Untuk yang mendukung rasa tak Jauh beda dengan comentar saya, karena saya juga pendukungnya. He he he he. Namun ada beberapa hal yang perlu saya usulkan (Jika Berkenan) tentang perangkuman adat batak sendiri tanpa mengurangi esensi budaya itu sendiri. Kita sudah hidup dijaman yang kompleks, adalah sangat bijak jika misalnya tata cara pembagian Uang, Daging Jambar diusahakan sebaik mungkin tanpa mengurangi nilai-nilai budaya itu sendiri. Perlu duduk bersama untuk merumuskan tata cara yang lebih efisien tentunya. (Sudah Pernah dilakukan Parbato, hanya saja masih belum menggema sosialisasinya). Jika ditanya caranya tentu aku belum bisa jawab sebab masih ada orang Tua/ Pakar adat dan Senior-senior yang lebih mengetahui detil pelaksanaan ini sendiri. Hanya sebatas wacana yang bisa kami berikan dari kami muda-mudi yang pasti menjadi generasi penerus Masyarakat batak.
Adalah hal yang pelik, rumit jika kita mendebatkan permasalahan ini tanpa pikiran yang tenang. Kita akan berbenturan dengan berbagai pendapat baik dari Raja Adat, dari bapak Pendeta, Bapak Ustad bahkan dari Orang Tua Kita sendiri. Namun adalah sangat bijak agar kita menjunjung setiap perbedaan. Mari belajar memanej perbedaan itu sehingga muncul titik terang untuk lebih memanusiakan manusia menjadi lebih manusia. Pernah teringat kata-kata sang pujangga dari tanah beshari, khalil Gibran. "Karena Kekerdilan diri maka kalian mencari langit yang kalian sebut sebagai Tuhan. Padahal begitu banyak jalan menemukan kebesaran diri kalian apabila tidak terlalu malas untuk membangun Jalan itu”. ”Jika kalian terbang ke atas awan, kalian takjub akan ketinggiannya; dan jika kalian mengarungi laut, kalian akan lelah oleh luas bentangannya. Tapi aku katakan bahwa ketika kalian menebarkan benih ke atas bumi, kalian akan menjulang lebih tinggi; dan ketika kalian membawakan kepada tetanggamu keindahan pagi, kalian akan menjadi laut yang lebih luas lagi”.

Salam Hangatku pada Generasi Muda Batak, Semoga kita semakin Dewasa dalam menyikapi Kompleksnya permasalahan Dunia ini. Mari kita menjadi lebih Manusia sehingga menjadi Kebanggan Keluarga Kita, Kebanggaan Negara kita dan Kebanggan Tuhan Kita Masing-masing.
Salam Hangat Iwan Nafry Simarmata dari Banda Aceh.




Selengkapnya?

"Indonesia" Siapa Punya?


Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi Nan Jaya.
Setiap hari menyaksikan pedihnya perjuangan rakyat hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Tak usah bayangkan kalau mereka menyempatkan diri duduk sambil menikmati susu, enaknya apel, nonton di layanan TV kabel, dan sesekali berwisata baik dalam maupun mancan Negara. Wah… wah.. wah.. Setiap ada waktu kubaca Koran atau nonton TV yang kulihat adalah antrian panjang rakyat menunggu seliter minyak tanah.Diusulkan menggunakan gas malahan gasnya menghilang dari pasaran. Sesekali ada waktu berkeliling kepemukiman yang kudapati adalah hidup seadanya, hidup tanpa standar manusia abad ini. Nasi Ransum, Tiwul,rumah yang hampir-hampir rubuh, ditambah pendidikan yang sangat seadanya. Kadang aku bingung, ditanah yang sangat kaya raya ini koq bisa ada rakyat yang menderita pikirku. (Aku seolah-olah manusia yang baru singgah datang dari planet lain). Sesekali kubandingkan dengan Malaysia yang secuil itu. Apa yang membuat kita tertinggal? Pertanyaan itu selalu terngiang ditelingaku, dan sudah banyak orang yang ngebahas di forum-form baik resmi maupun tidak. Bayangkan Martua Sitorus yang orang kaya itu hanya punya 69.000 Ha lading sawit. Dia bisa kaya raya. Nah PTPN kita yang punya ratusan ribu Ha, tetap rugi, malah membebani Negara. Itu hanya salah satu contoh saja. Ada banyak kejadian yang alih-alih hanya menyengsarakan rakyat. Apa yang terjadi, rakyat tetap miskin, tak ada kesempatan secara fair. Apakah kami memiliki Indonesia ini? Jangan paksa kami mengatakan ya, dan jangan kami hakimi dengan melabeli kamu dengan “tidak nasionalis”, “Pemberontak”, “Ektrimis”. Indonesia hanya milik segelintir orang yang rakus, diberi kepercayaan malah menghisap. Emosi yang berlebih kadang memaksa pikiran untuk melakukan pemberontakan.kami tetap dibodohi, jika kami diam maka kamipun akan tetap tersiksa. Namun saat ini kami sebagai rakyat mungkin masih sabar, hingga suatu saat kami lelah dan kami memberontak.



Selengkapnya?

Aku Menyapa

Pembrontak, itulah kata-kata Ayahku semasa aku kecil menujukan aku, tidak mengikuti banyak idealisme yang orang tuaku tanamkan. Satu yang kuingat adalah, jangan menjadi beban negara ini, karena itu adalah "Sampah Masyrakat". Ciptakan lapangan kerja, jangan menjadi pekerja, sekarang aku tahu artinya "Jangan menjadi Budak, Jadilah Pemimpin". Sampai sekarang belum bisa kulaksanakan. But i'm sure one day, i'll make dreams come true. Lahir sebagai anak pertama dari delapan bersaudara. Lebih banyak memakai rasa dari pada rasio. Dari kecil punya keahlian mecopet, sampai dari kantung baju ibukupun pernah kusikat uangnya hanya untuk jajan. Bakat alamiah ini tidak kuteruskan, berhubung sudah disekolahkan yang mana sekolah sudah mendidikku untuk lebih menyerap ilmu pengetahuan dan ahlak. (Jujur memang sangat sulit, namun dengan bertambahnya umur membuat manusia itu lebih bijaksana. Dari Keluarga yang biasa-biasa bahkan lebih dekat ke menengah kebawah, tamat bekerja dan mendapatkan kondisi real bahwa aku masih lebih beruntung dibandingkan banyak saudaraku disana. Mendapati kenyataan ini, ikut bergerak di bidang sosial salah satunya penyebaran hidup lebih arif dalam hidup sosial yang merupakan jawaban hidup untuk keluar dari kemiskinan Bangsa ini. Blog ini hanyalah salah satu tumpahan unek-unek yang sebagian hilang diskusi ngalur ngidul sama siapa aja. Berusaha moderat, saking moderatnya sampai-sampai Agamaku tidak ketahuan, menganggap Tuhan satu manusialah yang pande-padean, meski seorang kristen tapi acara beribadah minggu banyak kelupaan, beruntungnya, Tuhan selalu sayang dengan memaafkannku, bagiku adalah proses pencarian. Lebih suka menjadi konseptor dari pada eksekutor sampai-sampai kawan bilang Jago Konsep ajapun, padahal karena dia tidak tahu kalau Konseptor sebaiknya berdampingan dengan Eksekutor. Artinya jika aku mengkonsep maka salahmulah jika tidak jalan, karena anda tidak bisa menjadi eksekutor. He he he..

Lahir dari Marga Simarmata dari Sidajy Samosir, seandainya kerajaan itu masih ada maka akulah Raja berikutnya. Sayang di Kerajaan yang ada sekarang tinggal kampung dan Tugu yang berlepotan, kelak akan kubereskan. http://id.wikipedia.org/wiki/Simarmata.

Lahir dan besar di perdagangan, sebentar aja singgah di Padang, kuliah dan kerja di Medan. Now kerja di Banda Aceh, disini aku punya kenangan sendiri. Awalnya sedikit ragu hampir semua temanku Moeslim. Finally aku mendapati the real Convivencia di Al-Andalus yang terkenal itu. Kawan-kawanku yang Moeslim ternyata sangat baik-baik. Aku mendapatkan tempat di hati mereka.

Salam Pemberontakan

Selengkapnya?

TIMTI

Bulan Oktober Tahun 200 adalah Waktu yang sangat berkesan bagiku. Betapa tidak tanpa dana, hanya bermodalkan semangat kami berangkat dari Medan menuju Menado menghadiri Temu Ilmiah Mahasiswa Teknik Indonesia (TIMTI). Tentunya aku memiliki kesempatan yang cukup untuk berkeliling Indonesia, bayangkan dari Barat Indonesia hingga Timurnya Indonesia. Perjalanan itu sendiri sangat melelelahkan. Dari Medan menumpang Kapal Motor KM Kelud Hingga Jakarta, Truss dari Jakarta masih harus naik kapal menuju Sulawesi Selatan dan dilanjutkan dengan Bus menuju Menado. Hal ini disebapkan ketiadaan tiket kapal menuju pelabuhan Bitung Menado Perjalanan panjang yang melelahkan ini sangat menguras stamina kami. Untunglah segalanya baik-baik saja hingga ketempat tujuan. Hal yang sangat berkesan adalah Manisnya gadis-gadis menado dan masih alaminya alam pedesaan hingga sangat mengagumkannya Taman Laut Bunaken. Perjalanan panjang ini akan kutuliskan dalam beberapa episode hingga, ini menjadi memori indah bagi kami yang kala itu masih mahasiswa... Salam buat seluruh peserta TIMTI 2000 di Menado.


Selengkapnya?

Tersandar Dipulau Cinta

Salamku untukmu yang jauh dariku...
Hari yang cerah ini, seperti menemukan Ilham aku seperti melihatmu

Aku berlari
Jauh, jauh sekali

Aku tersandar di pulau Cinta
hatiku tersapu bongkahan mmbak
Semilir angin tak lagi terasa
yang ada hanya hentakan, dentuman
Tak kuasa aku melawan
Hingga bersembunyi dibalik bebatuan
Aku tak sadarkan diri
Aku melayang
Jauh keangkasa
Meretas batas
Meninggalkan sukma.

Sesaat aku tersadar

Aku dihinggapi kedinginan,
Kurasakan tubuhku tak berbalut
Aku tak kuasa
Aku kembali terbang
Ragaku terhempas
Dilangit yang tak kukenal
Hanya ada bunga
bunga tak bertangkai
Bunga tak berdaun,
Hanya sebagai Tiang
Aku tertancap kesalah satunya
Aku terperih, kesakitan yang amat sangat

Kembali aku tersadar..
Berselimut malam,
Dipenuhi satu bintang,
Beribu-ribu Bulan
Aku terpana,
Aku terlena
Disekian banyaknya semesta
Aku menemukanmu lebih Bercahaya.

Aku tersandar dipulau cinta
Setelah berlalu beriring waktu
Aku tersandar dipulau cinta
Tersadar akan kehadiranmu.


January, 19, 2008.. Salam Hangatku buatmu Cinta...



Selengkapnya?

Memaafkan Mu? huh

Suatu ketika aku menonton acara Kick Andy di Metro TV. Tamu saat itu yang diwawancarai adala Aa Gym tentang poligami. Namun aku bukan mau cerita poligami. Ada satu pelajaran berharga yang kuperoleh Sewaktu bung andy mengatakan "Aa selama ini banyak orang yang menghujat Aa, terutama ibu-ibu karena merasa hak mereka sebagai ibu Aa sakiti ada yang ngga secara langsung marah sama aa selama ini" Ya ada kata si Aa, pernah ada satu acara yang saya hadiri dan seorang berteriak padaku bahwa aku menyakiti mereka. Apa anda tidak marah kembali dan mengatakan apa urusanmu, koq mencampuri urusan orang canda bung andy. Namun sebagai konsumen acara TV ini aku sediti terdiam ketiak si Aa mengatakan buat apa marah, buat apa kesal, setiap orang boleh menilai. Dan saya siap dikritik. Setiap orang yang terucap sesuatu dari mulutnya mencermikan apa yang sebenarnya dari dirinya. Nah seandainya saat itu aku marah, itu mencerminkan aku pemarah, jika saat itu aku mengucapkan kata-kata yang tdak pantas, maka akupun sekotor itu terangnya. Beliaupun mengambil contoh tentang kesabaran Nabi Isa yang kala itu dihina, dimaki, di sumpahin, sampai muridnya mengatakan mengapa anda tidak marah tuanku, Nabis Isapun mengatakan bahwa lebih baik kita tersenyum untuk mengurangi rasa amarah orang lain terhadapa kita..
Sungguh teladan luar biasa si Aa ini pikirku. Apakah semua orang sudah bisa seperti ini. Tentu tidak, karena seandainya bisa, maka tak akan ada perang, tak akan ada rusuh, takakan ada kesewenang-wenangan. Untuk ukuran modern sekarang sudah di jabarkan dalam rangkaian ilmu-ulmu psikologis, dan hal yang paling cocok untuk itu adalah Think before talk, atau mulutmu adalah harimaumu. Satu buku Stephen Covey adalah menyadari akan adanya ruang antara stimulus dan respon dan memanfaatkan ruang tersebut untuk berfikir. Adanya kesadaran akan fungsi ruang tersebut sangat penting karena memberikan kontrol di tangan kita. Aku berusaha semampu munkin untuk bijak, hal-hal disekelilingku, lingkunganku selama ini paling tidak berpengaruh bagiku untuk selalu tidak bijak Salam Hangat



Selengkapnya?

Susahnya Menjadi Wanita

Wanita dalam hal ini terwakili oleh Ibu, Kakak (meski aku tak punya kakak) dan adik perempuan. Hal ini kualami sendiri sewaktu orang yang yang membantu kami dikontrakan rumah di banda aceh... Tepat sudah tiga bulan kepergian kawan kami ini dari rumah yang alasannya saat kepergiannya adalah rindu dan ingin membantu orang tuanya dikampung. Alhasil jadilah aku dan temanku merangkap tugas sikawan ini. Mulai menyapu rumah, ngepel, mencuci pakaian sendiri, mencuci piring dan memasak. Sekedar informasi kami bertiga tinggal dirumah yang disewa oleh Mantan Bosku sewaktu kerja di Medan dulu. Sekarang statusku adalah menumpang disini tanpa membayar apapun. Hal yang wajarlah jika aku berperan menggantikan tugas si kawan itu. Suatu waktu sepulang aku ingin sekali memasak, semua bahan sudah kami beli. Jadilah aku grasa-grusu didapur sendirian. Pekerjaan mulai dari jam 6 sepulang kantor dan selesai jam 8 malam. Sungguh melelahkan memang. Aku mampu memasak meskipun sederhana. Kalau hanya buat teri sambal + Sayur bayam + Nasi di Rice cooker+ + Assesoris lainnya rasanya gampang toh. Tapi itu kulaksanakan selama 2 jam dan sudah membuatku shock melakukannya. Kalau hanya sesekali mungkin tak apalah, tapi kalau setiap hari... Wow kebiasaanku browsing, Playstation bakal terjajah. Selintas timbul satu pemikiran dihatiku betapa susahnya selama ini Ibuku meladeniku, betapa capeknya adikku membantu membersihkan bajuku. Aku sadar seketika itu juga. Betapa kelak orang yang kuperistri akan begitu susahnya setiap hari. ditambah aku bisa saja bermuka masam ditengah kelelahannya. Ya ampun.... Apakah selama bersama ibuku aku sudah membalasnya? Rasanya belum.. But I want to make so. Ibuku yang selama ini kukenal adalah seorang pekerja keras, selain begitu sibuknya setiap hari dirumah, sang ratu kami inipun ikut membantu sang raja untuk mencari nafkah. Jadilah profesi ganda yang ia lakoni setiap hari hingga hari ini. Perjuangan yang amat sangat ini seakan menjadi Motivasi untuk setiap ibu disekitarnya... pernah suatu ketika Adikku yang no 5 setelah menyelesaikan Kuliahnya harus menganggur beberapa saat. Ada banyak ibu yang sedikit menyindirnya mengatakan, "Lihatlah inang, sudah begitu susahnya inang menyekolahkan anak inang itu jadi menganggur juga" kata mereka. Dengan senyum pahit ibuku mengatakan setidaknya aku sudah memberinya pendidikan, minimal wawasannya pasti bertambah, dan untuk wawasan yang sedikit itu memang mahal harganya imbuh ibuku. Walaupn hati kecilnya mengatakan memang sedikit terusik, bayangkan setiap hari aku bekerja, model pakaianku tak bisa mengikuti trend kawan-kawanku sesama ibu, aku tak ada waktu menikmati kesenangan, semua hanya untuk menyekolahkan kalian sedikit berkeluh kesah pada kami. Ada suntikan semangat luar bisa bagi kami anak-anaknya, sewaktu kecil ayahku sekolah pas-pas an karena ketiaadaan tekad dari ayahnya yaitu ompungku, sama juga dengan ibuku. Padahal mereka punya kemampuan disekolahnya. Jadilah mereka sekolah atasa biaya sendiri dengan pendidikan yang seadanya. Setelah membesar diperantauan, masing - masing mendengar kabar bahwa teman-temannya sudah menjadi orang hebat karena ditopang pendidikan yang cukup kala itu. Dari masa lajangnya merekapun sudah punya tekad untuk membesarkan anaknya kelak dengan pendidikan yang baik semampu mereka. Mereka memang pasangan yang klop, cocok, meskipun aku, kami anak-anaknya belum bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. . Aku ingin sekali suatu saat semangat ibuku mengispirasi semua ibu yang secara ekonomis tidak mapan namun punya semangat untuk memberikan pendidikan pada anak-anaknya. Hanya satu Tujuan... Make Human being More Human.. Salam Hangat

Selengkapnya?

Apa Kabar Eyang Harto

Belakangan ini ramai orang membicarakan tentang Eyang Harto. Bukan Hanya Media Lokal, bahkan Internasional seperti BBC, CNN selalu menghiasi media ini seolah tidak mau ketinggalan berita dari mantan Penguasa No1. di Indonesia. Minimal running text media ini selalu updated. Bahkan Tokoh-tokoh Negara tetangga memberikan simpati yang mendalam pada eyang.

Kusempatkan menuliskan ini ditengah kesibukanku sehari-hari. Tentunya akupun selalu mengikuti perkembangan Komandan ini. Ditengah banyaknya yang menghujat, ada jua yang tetap mendoakan supaya cepat sembuh. Bahkan mengupayakan agar segala kasus hukum yang tersangkut dengan beliau agar di hentikan. Sebagai seorang rakyat yang berhak bicara disini kubuatkan apa yang menjadi pikiranku. Benar atau salah hanya Tuhan yang tahu.
Setelah Presiden Soekarno Jatuh, ( Penuh Kontrofersi), Beliau Naik memimpin.. Beberapa catatan yang bisa kuambil adalah :
  • Beliau memerintah dengan tangan besi.. Untuk ukuran sekarang memang rakyat sangat mengimpikan hal itu. Negara aman, tak ada eforia yang kebablasan, semua terkendalikan. beberapa penentang memang menjadi korban yang tak berdaya.
  • Propaganda Negatif, dan Buruknya Pendidikan Dizaman beliau, ada banyak pertemuan yang langsung dengan rakyat, mulai kelompencapir, tele-confrence dengan rakyat dipedalaman dan lain sebagainya. Akibat kegagalan pemerintah mengatasi kemakmuran rakyat, sang presiden selalu berpropaganda " Agar lebih pasrah, apa saja kerja yang penting halal". Efek Negatifnya adalah jadilah sekarang kita menjadi budak bagi bangsa lain. Adalah hal yang sangat menyesakkan dada, ketika suatu hari kita berjalan-jalan ke Malaysia... Semua nampak bersih, semua nampak rapi, indah. Namun hal yang menyesakkan adalah semua pekerja kelas bawahnya adalah Rakyat yang selama 32 tahun beliau Pimpin. Contoh paling dekatnya adalah ketika pergi ke Mall.. adalah sangat menyesakkan dada, rakyat yang tanahnya, Indonesianya kaya raya harus menjadi pengasuh, bodyguard bagi suatu ras bangsa yang memang bekerja keras dan tiba saatnya menikmati hidupnya. Menyesakkan dada memang. "Kami hanya jadi budak bagi mereka, bila kami salah adalah hal yang sangat mungkin buat majikan kami untuk memecat, menyiksa, bahkan melempar kami dari jendela, dihukum pancung dan kekejaman lainnya" pesan mereka. Apakah mereka salah dengan mengerjakan ini... bagiku tidak, apa yang bisa kita perbuat jika tinggal di Indonesia. Hanya saja mulailah lebih bijak, semangat dan tingkatkan terus kemampuan kita. Salut buat anda semua
  • Utang yang melimpah ruah. Ada bayak banyak warga yang menyatakan bahwa Hidup dizaman Soeharto lebih nyaman/enak secara ekonomis dibandingkan sekarang. Ini adalah pendapat yang sangat salah kaprah. Dulu memang segalanya masih terjangkau, murah. namun kita harus menyadari itu adalah efek utang setiap tahunnya. Setiap pencairan dana yang berupa utang pasti ada yang terkorupsikan. Secara pribadi buat saya bertanya pada mereka yang pro apakah layak/wajar dalam satu rumah tangga yang selalu makan enak, semuanya mewah... ternyata hasil ngutang? Siapa yang menanggung kelak.. bukankah anak dan keluarga yang mewariskannya. So.. hal yang sama berlaku dengan negara kita iniProses Hukum yang tidak Jelas Mungkin kalau ditinjau dalam hal mengamankan negara.. Beliau patut diacungin jempol. Sejengkalpun tanah bangsa ini tidak ada yang terlepas. Secara militer cukup disegani (Membaca biography L.B Moerdani). Namun yang sangat disesalkan adalah tidak adanya tindakan hukum yang jelas, pasti terhadap pelanggar hukum. Klisenya adalah Hukum tidak Berjalan sebagai mana mestinya.
Ada banyak pertanyaan sekarang ini yang muncul... Apakah anda memaafkan Soeharto. Terkait dengan hal-hal diatas, secara etika dan pribadiku sendiri adalah hal yang tidak wajar memaki, menghina beliau apalagi dalam kondisi sekarang ini. Hidup dalam kesakitan yang amat sangat. Namun Hukum adalah hukum. Siapapun setara didepan Hukum. So.. Ada hal yang kita tunggu dalam babak baru sejarah Indonesia... Apakah Soeharto memang bersalah atau tidak? That's it.... Toh ada peradilan in absentia, yang penting jalur hukum itu dijalankan dengan benar. Ini adalah semacam teraphy yang bisa menjadi pelajaran buat rakyat kita.

Semoga Eyang cepat sembuh, namun jika harus dipanggilNya turut berdoa semoga diterima disisiNya.


Selengkapnya?

Selamat Tahun Baru

Kembali dipenghujung Tahun.
Banyak yang telah dilakukan sesuai dengan terget yang telah direncanakan namun masih banyak hal-hal yang belum dilakukan dan menjadi rekomendasi untuk dilaksanakan di Tahun Depan.

Sebagai seorang pekerja yang begitu banyak bersentuhan dengan masyarakat, adalah hal yang sangat menyedihkan bila mereka sebagai insan manusia juga tidak ada peningkatan baik dari segi perekonomian, kesehatan, pendidikan buat anak-anak, dan kesehatan tentunya di tahun depan. Sebagai kesimpulan atas perjalanan waktu selama setahun ini saya mendapatkan beberapa penyebab klasik adalah

  1. Disebapkan Masyarakat Itu Sendiri. Hal ini disebapkan budaya yang ada ditengah-tengah masyarakat kita sendiri. Tidak adanya keinginan untuk maju dan terlalu pasrah akan menerima kenyataan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Anda dapat melihat tulisan sebelumnya (MENGAPA KITA TERTINGGAL). Maka disarankan agar kita/pihak-pihak yang peduli untuk melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Ada banyak masyarakat kita yang tidak mengetahui perkembangan peradaban dunia ini.. Ada banyak masyrakat kita yang tidak sadar arti pentingnya pendidikan.. Sehingga tidak ada keinginan untuk maju tentunya, sehingga terkungkung dalam pikiran sempitnya.
  2. Disebapkan Pemerintahan yang Korup. Klasik, dimanapun pemerintahan yang korup hanya akan menyengsarakan rakyatnya. Terbukti dinegara kita yang terkenal beradab, santun dan religius justru pioneer korupsi di dunia. Termasuk budaya juga.. (Dan Penafsiran yang salah, " Beragama adalah Kewajiban, KORUPSI adalah Mata Pencaharian".) Sangat menyedihkan bukan.. Lihat tulisan sebelumnya. Saran yang terbaik adalah Sadarlah, Budayakan untuk malu korupsi, Be Gentleman. Karena seperti apapun perangkat hukum untuk menjerat para koruptor tidak akan berhasil selama manusia yang menjalankannya tidak memiliki Integritas yang baik. Bukankah payung hukum yang ada sekarang buatan manusia juga, nah tentunya hal yang gampang memutar balikkan semua hukum itu seperti yang terjadi sekarang?
  3. Kuasa Tuhan. (Nasib). Masih Teringat kisah Dasyatnya Tsunami, Gelegarnya Gempa, Mencuatnya Air menjadi Banjir dan banyak lagi kisah alam yang menjadi bahagian dari cerita selama dekade ini. Memang setiap manusia akan mengatakan bahwa itu adalah rencana Tuhan dan siapapun tak kuasa menolaknya dan tak satupun akan komplain pada Tuhan akan akibat yang dia terima. Kita adalah umat yang percaya Tuhan. Dan memang tak akan ada gunanya disesali. Yang ada hanyalah usaha untuk meminimalisir akibatnya dengan deteksi yang lebih mumpuni. Namun entah bagaimana hati ini begitu mirisnya ketika mereka yang selama ini tertinggal, semakin tertinggal akibat dasyatnya bencana yang menghampiri mereka. Contohnya.. Seorang pensiunan PNS yang telah mengupayakan rumah dengan mencicil selama bertahun-tahun tiba tiba lenyap ditelan bencana alam. Memang Kuasa Tuhan... Saran . Agar kita / Pihak-pihak yang peduli agar mendeteksi kemungkinan bencana sehingga efek negatif yang ditimbulkannya bisa dikurangi, Apa bila ada bencana dan bantuan yang ada hendaklah diberikan sepenuhnya, karena banyak kasus adanya orang yang tega mengambil bagian simiskin, meskipun bantuan yang dia terima hanya untuk hidup bertahan beberapa hari, dan saran yang terakhir adalah agar masyarakat yang terkena bencana lebih tabah, semua ada hikmahnya. Hal ini adalah pelajaran bagi kita bahwa Tuhan adalah maha kuasa. Dan kita harus cepat berbenah, dan bangkit demi menyongsong masa depan.

    Penghujung Tahun ini untuk NAD tempat saya bekerja ditutup dengan peringatan 3 tahun bencana Tsunami, dengan berlinang air mata mereka yang terluka mendapat pesan supaya bangkit demi masa depan.

    Dan disatu sisi masyarakat nasrani melaksanakan Perayaan Natal stiap tahunnya dengan suka citanya. Semoga dengan perayaan Natal semakin sadar akan selalu menebar kasih kepada sesama manusia.
    Dan tentunya semua kita akan menyambut Tahun Baru 2008, semoga Kita sadar akan segala kekhilafan kita, untuk bangkit dan maju, untuk tidak serakah, untuk hidup lebih bijaksana, dan semoga Alam bersahabat dengan Kita. Semoga Tuhan Memaafkan Kita atas kesalahan kita dan merestui segala rencana kita di tahun mendatang.

SELAMAT TAHUN BARU



Selengkapnya?

Agama Adalah Sumber Perpecahan

Agama........ Secara etimologis agama ada untuk menghindarkan kekacau balauan. Namun sungguh ironis ketika manusia dihadapkan ketidak pahaman yang mendalam tentang agama itu sendiri. Perbedaan agama dijadikan komoditas politik, ekonomi, sosial untuk kesenangan diri sendiri atau kelompok tertentu. Adalah hal sulit bagiku bila ada manusia yang tidak segan saling membunuh, memaki demi kesenangan sesaat yang didasarkan agama. Hal yang paling kentara adalah ketegangan Muslim dan Nasrani yang secara nyata adalah kakak-beradik . Tercipta dari daerah timur tengah dan meluas hingga lebih dari separuh penduduk dunia meyakininya. Entah bagaimana dahulunya sehingga menjadi seperti ini. Esensi agama itu sendiri menjadi hilang. Entah anda salah satu pengikutnya atau tidak maaf membuat anda sekalian marah. Dengan tensi yang rendah saya mencoba mendalami asal musalanya secara lokal (Sumatera Utara) dan efek yang ditimbulkannya terhadap kondisi negara kita ini. Setelah meluasnya ekspansi agama Islam dinusantara, Belanda mengalami sedikit kesulitan menaklukkan Sumatera. Hal ini disebapkan kuatnya hubungan Kerajaan di aceh dan Minangkabau yang saat itu sudah Islam. Sibolga sebagai pelabuhan strategis diusahakan menjadi basis kekuatan Belanda. Untuk meretas perjuangan Aceh dan Minang maka direncankanlah untuk mengkristenkan Tanah Batak yang saat itu belum sepenuhnya memiliki agama kecuali Tapanuli Selatan. Masuknya kristen bukan tidak mengalami kendala, namun belanda akhirnya mampu mengkristenkan Tanah Batak. Hal ini sangat berpengaruh sehingga persatuan antara aceh dan Minang diputus ditengah. Dengan politik pecah belah akhirnya Sumatera jatuh ketangan Belanda. Kerajaan Aceh, Minang dan Tanah Batak terperangkap umpan musuh, mereka dijadikan saling memusuhi, meskipun sebelumnya kerajaan Batak memiliki hubungan yang erat dengan kesultanan Aceh. Politik Pecah Belah (Divide Et Impera) Belanda ini bertaut hingga sekarang. Ditambah ketegangan antara Dunia barat yang didominasi Kristen dengan dunia Arab yang didominasi Islam.
Para orang tua selalu menjadi provokator untuk selalu mengedapankan persaudaraan yang seagama baik dalam berteman, maupun persyraratan dalam mencari pasangan hidup anaknya kelak. Jadilah kondisinya seperti ini. Tak dapat dipungkiri apabila ia seorang Nasrani adalah hal yang sangat memalukan keluarga (Derajat Sosial hancur) apabila seorang anak melintas batas keagamaannya dalam mencari pendamping hidupnya. Biasanya mereka akan terasing. Begitu pula sebaliknya. Kebutaan kita akan agama ini menjadikan tidak adanya persaingan sehat, tidak adanya keinginan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat apabila pada Pimpinan suatu kelompok/Perusahaan/Instansi tertentu beragama salah satu dari agama yang ada, adalah hal lumrah bila orang-orang dikelompok itu akan mayoritas seagama dengan sipimpinan tersebut, meski kualifikasinya tidak memenuhi. Kapan lagi kita bisa bersaing? Tanpa menyakiti perasaan anda sekalian, saya membukakan pikiran kita semua. Bayangkan dengan sibuknya kita mengurusi agama yang justru salah arah, maka bangsa-bangsa lain justru menjadikan kita Pangsa Pasar mereka. Kita adalah limbah Industri, Teknologi dari Negara lainnya. Bayangkan bagaimana sejahteranya Rakyat Jepang dengan eksport mobil, motor, barang elektronik dan lain sebagainya. Coba kita pikir-pikir secara matematis bagaimana sejahteranya mereka. Dan kita? Masa hanya membuat sepeda Motor saja kita tidak bisa..... Itu tidak mungkin.... Ada kepentingan luar yang menjamin agar stabilitas negara kita tetap labil yang berakibat tidak adanya keinginan bangsa ini menjadi salah satu kompetitir ekonomi dunia. Dan gejala yang saya lihat adalah adanya bangsa/kelompok tertentu yang dengan sengaja membuat kita sibuk dengan perbedaan agama, bahkan membiayai perang agama kita. Apakah kita akan begini selamanya. Hal yang saya lihat adalah begitu banyaknya rakyat miskin di Negara ini akibat kebodohan kita yang merasa pintar. Dapatkah anda bayangkan 30% lebih rakyat ini miskin ditengah melimpah ruahnya Sumber Daya Alam. Apakah anda tidak sadar jika Negara lain mengaharapkan kita begini saja, hingga akhirnya kita menjadi Pangsa Pasar Mereka. Coba bayangkan kalau Mobil, Motor, Barang Elektronik, bahkan perangkat Telepon kita bisa buat. Akan kemana mereka pasarkan produk mereka? Sadarlah wahai kawan, ini saatnya kita melupakan sejarah buruk kita. Saatnya bangkit. Kesampingkan prasangka buruk, mari jadikan agama kita menjadi landasan moral untuk memahami agama orang lain. Kita sudah terjajah...Penjajahan Model Baru. Siapkah kita untuk Mengedepankan Kebersamaan dalam Keberagaman didukung profesionalitas?

Selengkapnya?

Wanita Indonesia Motivator Korupsi Indonesia….

Judul diatas bukanlah suatu kalimat yang dimaksudkan untuk menarik perhatian lebih dari orang lain. Wanita dalam hal ini adalah manusia berjenis kelamin perempuan dan sudah berkeluarga. Kita sering mendengar, membicarakan tentang kiprah seorang wanita (red, istri) dalam menunjang karir seorang Pria (red; suami) baik dalam organisasi, pekerjaan dan lain-lain. Mungkin sangat terasa asing dalam budaya timur bila seseorang menggapai suatu Jabatan tertentu tanpa adanya pendamping/Istri. Bahkan contoh kecilnya sewaktu akan dilaksanakannya perayaan wisuda, selalu diharapkan sang wisudawan/wisudawati untuk membawa pendamping. Sebelum mendapat penjelasan singkat, mungkin bila ada yang membaca ide ini akan merasa aneh, bahkan akan mempertanyakan korelasinya. Wanita – Korupsi.
Tulisan ini terinspirasi dari hasil pembicaraan dengan seorang wanita teman sekerja. Pembicaraan yang muncul adalah mengenai Hidup dalam koridor Idealisme. Dinegara kita ini mungkin tidak asing bila seseorang yang hidup dan terkungkung dengan keidealismeannya maka ia pun akan hidup ala kadarnya. Bahkan untuk menyekolahkan anaknya akan pontang-panting. Hal ini dikhususkan kepada mereka sang abdi Negara yang hidup dengan Gaji yang diperoleh dari keringat rakyat. Hal ini saya bandingkan dengan diri saya yang pada waktu itu seorang konsultan proyek Negara kala itu. (lihat postingan sebelumnya). Kala itu temanku ini mengharapkan seorang lelaki buat pendampingnya yang suatu saat mapan dalam segala hal, terutama materi. Hal yang paling sulit saya terima adalah suatu pembenaran bagi setiap orang untuk mengambil hak orang lain sewaktu ia memiliki kesempatan. “Bolehlah mencuri asal tidak ada yang kehilangan”. Dari pada hidup susah, toh kalau kita tidak curi, maka akan dicuri orang lain juga. Inikah cara pandang para Wanita kita, keluhku...... Nah daripada berbeli-belit lebih baik langsung keintinya. Republik ini dikenal oleh bangsa lain karena tingkat korupsinya masuk dalam Top Ten di Dunia. Kita sebagai bangsa yang beradab, bersosial yang tinggi, sangat ramah tamah sesuai dengan adat ketimuran. Namun semua itu adalah keramah tamahan untuk menutupi borok kita sendiri. Sangat tidak masuk akal bila seorang pejabat membagi-bagikan beras, amplop dan lain-lain yang semua itu adalah sisa-sisa yang dia korupsi dari Negara ini. Namun pernahkah seorang istri, ibu atau yang lainnya menanyakan kepada si-suami dari mana uang yang diperoleh? Dia pastinya tahu besarnya gaji suaminya, dia pasti tahu sumber-sumber pendapatan lainnya. Nah bila ada yang lebih dari biasanya, pernahkah si-istri bertanya tentang asal-usul uang itu? Nah bila ia telah tahu, ternyata uang itu adalah uang ”Haram” pernahkah ia melarang si-suami dan mengembalikan uang itu. Secara logika pasti tidak, mengapa? Istri-istri yang ramah ini butuh dana untuk belanja ke luar negeri, memenuhi tingkat hidup yang meningkat (pasti meningkat, karena status sosial meningkat pula). Berpesta.. dan lain sebagainya. Pasti ada yang bilang “belum tentu”, jangan mengeneralisir permasalahan. Seolah-olah mereka semuanya begitu. Ok…… secara logika yang saya sebutkan diatas…. Bila mereka tidak menganggap mereka begitu mengapa Korupsi di Negara kita ini nomor wahid di Dunia. Siapa yang korupsi? Bukankah pejabat-pejabat kita? Berapa banyak pejabat-pejabat kita yang korupsi, sebesar itulah banyaknya wanita Indonesia yang munafik. Sudahkah dapat korelasinya?. Yang menjadi pertanyaan adalah “Mengapa mereka sebagai wanita yang hatinya sensitive, penuh rasa, lemah, penuh kasih sayang malah menjadi sumber motivasi buat sisuami untuk mencuri (korupsi)”. Bila seorang pria tertangkap menipu mungkin itu adalah dunianya lelaki meskipun itu tidak baik, namun bila siwanita dengan kodratnya itu menjadi penipu dibelakang layar…. Entahlah…. Hanya Tuhan yang tahu… Lebih baik kita Tanya Hati kita masing-masing. Mungkin kita sering menonton siaran berita, melihat Korp para istri-istri diberbagai instansi dinegara ini.. pada waktu pelantikan, acara kebesaran, perayaan-perayaan keagamaan, pada saat itu sangat kelihatan cantik dengan harmonisasi kaca mata hitamnya dengan model bajunya, mobilnya. Begitu sisuami dijadikan tersangka kasus korupsi dia masih pura-pura lugu tidak percaya dan masih sempat mengucap kata-kata dari agama. Begitu dijadikan terdakwa, dengan sendu dia mengatakan harus kuat menghadapi cobaan dari Tuhan…. “Inikah cobaan Tuhan”, melintas dalam pikiranku. Ini bagi sisuami yang terkena proyek tebang pilih pemberantasan korupsi dinegara ini (maaf kata temanku kalau diusut bisa 80% pejabat kita ini masuk penjara). Bagaimana dengan koruptor-koruptor lainnya…. ? Sadarlah wahai ibu….., mari kita rubah cara pandang kita. Hidup seadanya bukan berarti terkutuk, akan lebih hina mereka yang mencuri dari rakyat yang susah ini. Mungkin tidak ada yang mengetahui perbuatan anda, suami, kolega tentang korupsi, kezaliman yang anda perbuat.. Namun sebagai wanita yang penuh kasih sayang, pengertian, seharusnya malu pada diri sendiri. Karena yang anda nikmati adalah hak orang lain…. Sebagai orang yang beragama… tentu kita tahu apa ganjaran yang akan kita peroleh…. Semoga para ibu-ibuku sebagai cerminan wanita Indonesia bisa berubah. Kelak “Wanita Indonesia Penggagas/motivator Korupsi Indonesia….” Berubah menjadi Wanita Indonesia sumber inspirasi wanita dunia.
Maaf bukan aku bermaksud menyinggung perasaaan siapapun anda, mungkin naïf memang, namun percayalah pameo wanita berada dibalik sukses/gagalnya seseorang tidak akan pernah hilang. Karena besarnya angka korupsi kita, tentunya tidak lepas dari besar kecilnya peranan siistri secara langsung maupun tidak. Semoga wanita yang mengispirasikanku mengenai tulisan ini menyadari apa yang selalu diperbuatnya. Hidup seadanya akan lebih berarti dari pada hidup mewah dengan mencuri hak-hak mereka orang susah. Aku sangat mengimpikan generasi muda seperti aku ini, merubah paradigma berfikir. Semoga semangat Nasionalime kita semakin mengental, mencintai Negara ini akan mengurangi niat kita untuk mengambil milik Negara ini, dengan tidak mengambil yang bukan hak kita, maka akan tersisih sedikit buat mereka(simiskin) yang belum memiliki sedikitpun kesempatan dalam hidupnya.

Selengkapnya?

Surat Buat Eyang/Pak Harto Sebelum Game Over

Kepada yth
Eyang (Mantan Presiden Soeharto

Sudah 8 tahun sejak Reformasi ini apa yang saya saksikan dalam perjalanan sejarah bangsa ini malah jalan ditempat. Dahulunya ketika Eyang masih menjabat Presiden Negara ini tetap aman, kondusif, tanpa ada gangguan yang berarti. Sampai badai krisis moneter yang memporak-porandakan semua sendi-sendi kehidupan bernegara.

Saya tidak meminta Eyang kembali naik tahta dipemilu 2009 ini. Malah saya sebagai rakyat memohon bantuan kepada Eyang mengatasi permasalahan bangsa ini sebagai bentuk tanggung jawab moral Eyang atas apa yang Eyang lakukan selama masa kepemimpinan Eyang. Mungkin sebagaian rakyat ini masih mencintai Eyang yang kata mereka telah berbuat jasa besar mengangkat harkat dan martabat bangsa ini. Cinta yang mereka berikan menurut saya adalah cinta kepada orang tua yang kasihan kepada Eyang akibat Eyang sering sakit-sakitan dan lanjut usia. Dahulu kami/mahasiswa sebagai pelopor pergerakan masih arogan meminta peradilan buat Eyang sebagai bentuk keadilan bagi kita semua. Namun kami salah, Eyang telah menanamkan pengaruh yang telah mengakar kesemua orang-orang yang seharusnya berkewajiban menjalankan HUKUM dinegara ini. Kami memang sangat tolol saat itu, bagaimana mungkin menghukum Eyang setelah 32 Tahun menanamkan pengaruh yang mengakar tersebut, justru para elit kepemimpinan akan melindungi Eyang sebagai bentuk balas jasa mereka atas bimbingan yang Eyang berikan. Memang arus reformasi saat itu hanya dapat melengserkan Eyang sebagai pohon tanpa membongkar semua akar-akarnya. Jadilah Eyang aman-aman saja malah mendapatkan pengampunan dari Negara. Saya mengatakan Eyang bertanggung jawab karena melihat kondisi bangsa ini. Lihat Eyang, kita kalah bersaing dengan Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia yang dulunya masih mengemis kepada kita. Kita tidak punya posisi tawar lagi. Dulu rakyat relatif tidak begitu merasakan pahitnya perekonomian, serba masih murah namun mereka tidak sadar semua itu adalah utang yang Eyang lakukan kenegara-negara luar dan harus kita bayar. Jadilah kita membayar sekarang. Saya sedikit bingung, Negara yang sumber daya alamnya melimpah ruah ini harus berutang kemana-mana. Tapi memang ada banyak orang yang rakus, rakus dan rakus. Tega, tega dan tega. Biadab dan keji (maaf aku memang terlalu emosi eyang) Mereka ada disekitar Eyang.. jadilah korupsi merajalela, bahkan membudaya. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa Nasionalisme, semua demi kepentingan pribadi. Budaya inilah yang Eyang wariskan. Apakah Eyang tidak merasa berdosa (bersalah). Eyang menitipkan bangsa ini dalam kondisi yang menggenaskan. Elok diluar busuk didalam. Eyang bisa bayangkan 60 tahun lebih merdeka listrik belum tiba kalaupun ada masih dijatah. Masih banyak kondisi begini Eyang dipedalaman. Saya melihat sendiri Eyang. Anak-anak hanya untuk menamatkan SD saja tidak mampu karena kesulitan biaya, sarana dan prasarana. Mungkin Eyang sudah menitikkan air mata ketika membaca suratku ini, Eyang tidak menerima kenyataan ini dan menganggap gelar Bapak Pembangunan tidak pantas Eyang sandang bukan?. Memang ada desa/kota/tempat yang maju, ada yang meningkat taraf hidupnya, hanya saja hal yang sulit menerima adanya kemiskinan ditengah melimpah ruahnya kekayaan alam, adalah hal yang sulit bagi saya untuk menerima jika mereka miskin namun banyak pejabat yang kaya raya. Meminta lebih dan lebih. Menganggap waktu yang mereka berikan telah lebih dan harus dikompensasikan dengan tambahan gaji/sarana. Dimana keadilan, dimana nasionalisme, dimana kami mengadu. Kami tidak iri kepada anak cucu Eyang dan pejabat pemerintahan lain berlibur, belanja keluar negeri, sekolah yang terbaik, baju yang bagus dan gonta-ganti bahkan uang jajannya sehari bisa menyekolahkan beberapa anak miskin ini paling tidak satu bulan. Mereka,saya dan yang lainnya tidak iri, selama apa yang mereka dapatkan itu adalah buah kerja keras dan kejujuran. Bagaimana ada kejujuran jika seharusnya anak-anak mereka yang kurang mampu dapat bantuan disekolah malah disantap entah siapa, seharusnya mereka dapat keringanan dalam pembiayaan rumah tangga malah ditilap entah siapa. Ini masih digolongan/pemerintahan lapis terbawah. Tiada lagi rasa malu Eyang. Inilah salah satu yang Eyang wariskan. Mengakar kesemua sebagai virus fikiran.Namun Yang berlalu biarlah berlalu Eyang, yang bisa saya harapkan Eyang membantu mereka yang sudah menjadi korban kesalahan, korban ketidak adilan. Setelah Eyang lengser, saya tidak pernah mendengar Eyang lagi turun kedesa-desa memabantu mereka yang susah. Apa benar memang Eyang tidak punya uang, Eyang bisa minta dari anak cucu Eyang yang konon kaya raya, teman-teman Eyang yang aktif maupun pensiunan pejabat. Mereka pasti memberi, soalnya bagi mereka Eyang tuh sudah dianggap Dewa. Mudah-mudahan kalau dikumulatifkan semua yang mereka beri bisa menggratiskan anak-anak SD minimal setahun. Anggaplah seperti menabur amal di didunia sebelum Eyang dipanggil yang kuasa untuk meniggalkan kami selama-lamanya.Maafkan jika aku salah Eyang, hal ini kulakukan paling tidak supaya aku menerima Pengampunan Eyang yang diberikan oleh Pejabat diNegara ku ini. Tulisan ini adalah buah pikiran adikku yang dititip ke e-mailku. Aku malah tertegun, ternyata hampir semua dikeluarga kami dicekoki sang ayah pengaruh budaya yang memalukan itu (Korupsi, Nasionalisme Picik). Ayahku akan selalu bilang Mencintai Negara Lebih Berharga dibandingkan Mencintai dirimu sendiri. Kami pernah bolos sekolah ketangkap basah si ayah dan dipaksa mengangkat keranjang berisi ubi kayu ke tengah jalan raya sembari bendera Merah Putih di ikatkan ketangan. Ayahku bilang, jika kau bodoh, dan malas sekolah maka akan menjadi sampah masyarakat dan menjadi beban Negara ini. Yang lebih membekas diingatan penulis pernah dilempar kearah kepala dengan cangkir steinless (istilah kami “cangkir besi” kala itu). Untung saja tidak mengenai tubuhku dan cangkir itu penyot sedalam 1 cm karena aku tidak mau kursus Bahasa Inggris. Akhirnya aku turuti dan ternyata sangat-sangat berguna buatku. Sampai sekarang aku menyimpan cangkir itu, sebagai kenang-kenangan hidupku. Darah Militer itulah istilah kami buat sang ayah dan sekarang masih berjuang menyekolahkan 3 lagi buah hatinya. Selamat Berjuang Ayah, Semoga Semangat Nasionalismemu tetap tertanam untuk semua Generasi dibawahmu. Bangkitlah Indonesia.

Selengkapnya?

Mengapa Kita Tertinggal

Dahulunya kejayaan Nusantara mungkin salah satu kekuatan yang cukup diperhitungkan dibelahan bumi Asia bahkan Dunia. Masa kejayaan kerajaan Mojopahit, Sriwijaya dan lainnya seakan menjadi kebanggaan dalam sejarah. Kita bisa bayangkan begitu takjubnya semua orang akan kemegahan Candi-candi khususnya Borobudur. Belum lagi Kapal lautnya yang seolah-olah menjadi penguasa Lautan. (nenek Moyangku seorang pelaut).

Jaman berubah, peradaban berubah. Pulau yang terpisah ini disatukan menjadi suatu Republik yang dinamai INDONESIA. Kita masih ingat dengan bangganya kita mengatakan dijajah 350 tahun dan Merdeka dengan menggunakan bambu runcing saja sebagai senjata. (teman aku ada yang nyelutuk “ Bukankah suatu kebodohan kalau kita sampai dijajah sampai sebegitu lama”). Namun semangat pekik Merdeka kala itu mungkin melupakan kenapa kita bisa dijajah selama itu. Lalu Muncul Tokoh yang sangat kharismatik “ Ir. Soekarno” yang sangat dikagumi semua orang meskipun banyak juga luka yang Beliau tinggalkan. ( Salah satunya pengkaderan ). Beliau mewariskan tampuk kepemimpinan ini kepada seorang jenderal besar, sangat berjasa atas republik ini sehingga digelari BAPAK PEMBANGUNAN.(terserah anda menilai). Peradaban terus berjalan seiring waktu. Setelah 30 tahun memimpin, terjadilah hal yang semua orang akan perkirakan. Republik sudah Tiarap, tunduk tak berdaya. Masih segar dalam ingatan kalau begitu banyak rakyat ini yang harus mengalami siksa dari Negara lain, dan yang menyakitkan republik tidak memilik senjata untuk melindungi mereka. Sebut saja Nasib para TKW, Kasus pemukulan wasit, Kasus mencaplok lagu, dan lain. (“Tak akan mereka perdulikan. Kursi yang kuambil ini bukannya tidak aku bayar” mungkin seru batin mereka. “Aku disini bukan hanya mengurusi anda dia dan kamu” tambahnya). Tanpa bermaksud menyalahkan mereka secara menyeluruh tapi itulah kejadian yang sangat lumrah terjadi. Rakyatnya miskin (seharusnya tidak!!!. Negara ini diberi kekayaan alam yang berkelimpahan) namun sangat banyak pejabat, pengusaha, dan maling-maling yang hidup lebih dari cukup. Seandainya dia memiliki semua itu dengan jujur taklah menjadi masalah. Namun mereka memanfaatkan keluguan rakyat ini untuk kesenangan sendiri. (kasihan simiskin). Pameo yang miskin tetap miskin adalah suatu kesalahan yang mengakar. Sama dengan istilah setiap bayi lahir di Negara ini sudah menanggung utang. SALAH…….. Siapa yang berutang harusnya dia yang bayar. Namun kenyataannya memang begitulah, yang miskin tetap miskin karna lahirpun sudah ditunggu utang. Apa yang menyebapkan ini terjadi…………?
Saya bukanlah Antropolog ataupun Sosiolog, saya hanya seorang yang mencoba melihat celah yang sangat terbuka lebar. Namun sangat sepele. Ini mengarah pada sistem yang Penjajah dulu terapkan. Mereka biarkan agar kita tetap miskin, ribut sehingga tidak maju-maju. Memang jadilah kita tidak maju. Terlepas dari kepemimpinan dinegara kita ini ada baiknya kita melihat celah itu sehingga kita bisa memperbaikinya. Kita Miskin bukan karena pemimpinnya saja tentunya.. bagaimana dengan Perilaku kita?..
Sebelum penjajah masuk, peradaban manusianya sudah sangat mapan। Penjajah datang mengobrak-abrik tatanan kehidupan demi kepentingan mereka. Salah satu yang terpenting adalah Politik DIVIDE ET IMPERA. Politik pecah belah antar kesukuan, kasta kerajaan dengan rakyat, antar wilayah dan ini menurut saya sangat berhasil, sehingga jadilah kita di temani selama 350 tahun. Para kaum kerajaan diberikan kemudahan-kemudahan berupa akses, mobilitas, uang dan kesenangan. Bayangkan selama 350 tahun. Apakah tidak mengakar… maka lahirlah para pemimpin-pejabat yang tidak malu untuk disuap, korupsi, dan mencuri. Akan nada kompetisi social yang salah, karna dahulunyapun sudah dikotak-kotakkan belanda. Mereka berlomba mendirikan rumah wah, liburan yang menyenangkan, barang yang super wah, memanjakan keluarga dengan wah (anak, istri, famili) demi si status(kasta) sosial sesuai harapan penjajah. Mereka tidak akan ada lagi perhatian akan orang-orang disekitarnya. Sangat masuk akal bukan, jadi sudah sangat membudaya.
Bagaimana dengan tingkat masyarakat awamnya. Hal ini tidak jauh beda. Sangat kental kita rasakan sifat konsumtif masyarakat ekonomi rendah mengacu pada kegilaan para petinggi kerajaan. Belanda mewariskan semacam hiburan yang dilaksanakan minimal 1X sebulan. Istilah modernnya pasar-malam atau bioskop malam. Hal ini dimanfaatkan oleh belanda dulunya di Kebun yang mereka kelola. Setelah para kuli ini mendapatkan gaji (Gajian besar) yang seadanya maka akan di suguhi acara pasar malam tersebut. Gaji yang dia kumpulkan dalam sebulan habis dalam 1-3 malam. Mereka dapat membeli apa saja yang lagi tren dizamannya meskipun tidak fungsional bagi keluarga mereka. Setelah semuanya habis, merekapun akan diberi utangan (Gajian Kecil. Pameo “ Harta ngga dibawa mati “ membuat secara tidak sadar Begitu ada langsung Habis. Toh harta masih dicari. Jadi Nikmati aja Hidup ini. Antar tetangga yang akan berlomba-lomba menujukkan kelas mereka yang mungkin tidak pantas bagi mereka. Hal ini berlangsung terus-menerus hingga kini. Sehingga mereka tetap miskin (Dalam arti pendidikannya), terbelakang. Itulah awalnya keinginan Belanda, sehingga kita tidak dapat sekolah, tentunya tidak dapat memberontak. Namun Belanda sudah pergi, budaya yang ditorehkan tetap tinggal. Sayangnya itu tidak baik…. Saya mengatakan begitu disebabkan saya tinggal dan dibesarkan di Lingkungan Perkebunan tepatnya Desa Perdagangan Kecamatan Bandar Kab Simalungun(tepatnya perkebunan Lonsum- Bah Lias, dan PT. Panca Surya yang konon katanya milik keluarga cendana) dan masih banyak lagi. Mereka para pekerja itu kebanyakan Transmigrasi dari Pulau Jawa yang lebih banyak didiami Belanda. Jangan heran melihat mereka yang pada umumnya ditiap rumah akan terpajang televise terbaru, motor, dan lain sebagainya. Bereka berlomba mendatangi sipenjual untuk mendapatkan barang mereka yang rata-rata di ambil secara kredit. Namun coba tanya berapa orang anak mereka yang sekolah sampai kejenjang perguruan tinggi. Sebahagian akan bilang buat apa sekolah, sebahagian bilang tak punya uang, sebahagian akan bilang anakku akan menikah bulan segini…..segitu dan lain sebagainya. ( Adalah apresiasi tertinggi bagi mereka yang menyekolahkan anaknya karena terbukanya pikiran arti pentingnya sekolah.
Salah satu suku yang presentasenya terbanyak didesaku itu adalah BATAK. Etos kerja yang luar biasa, punya pikiran maju untuk menyekolahkan anak. Namun kelemahan itu nampak saat sore-ke malam hari. Uang yang dia cari sehari setengah habis untuk kesenangan pribadi si Ayah. MINUM TUAK. Kita bisa bayangkan berapa banyak yang mereka habiskan diwarung-warung tuak(Lapo tuak) setiap hari sambil bernyanyi? Belum lagi ada banyak adu ketangkasan diwarung-warung seperti bermain kartu yang katanya iseng-iseng dan sangat dibanggakan yang katanya JANTAN. Minum tuak sendiri sudah menjadi tradisi bagi masyarakat batak untuk menghangatkan tubuh karena didaerah TOBA sekitarnya adalah dataran tinggi yang udaranya sangat dingin. Budaya itu terbawa sampaikemanapun sang BATAK merantau dan katanya menjadi satu kebanggaan sambil bermai Gitar. OKlah budaya…. Tapi kalau sampai teler/mabuk setiap malam, tidak ingat anak isteri. Besoknya badan lemah sehingga tidak berdaya untuk bekerja. Kawan-kawan bisa menghitung kerugiannya secara gamblang bukan. Adalah kesempatan yang baik bila anak-anaknya yang sudah diharuskan sekolah itu dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik dikarenakan adanya materi yang baik. Orang pasti mengatakan, kalau memang niatnya mau sekolah apapun pasti dia lakukan… entahlah… yang pasti seandainya ada ribuan anak-anak batak yang menempuh pendidikan yang lebih layak. (“Tuntutlah ilmu meski sampai ke Negri Cina” kata pepatah bukan) Mereka bisa bantu membangun Negri ini lebih baik tentunya.
Begitu banyak sifat dan kebisaaan dimasyarakat yang dipatenkan menjadi budaya. Setiap suku masing-masing memiliki kebiasaan kurang baik yang salah satunya di Menado. Pameo “Biar mampus asal Gaya, Menang nampang Doang”(saya lupa anekdot lainnya, Tahun 2000 saya sempat Kesono). Hal ini bisa mengakibatkan pola hidup yang super HEDONISME tentunya, tergantung pelaksanannya.
Terlepas dari itu semua, remaja kitapun dicekoki dengan modernisasi disemua bidang tanpa ada control yang baik. Jadilah para muda-mudi cosmopolitan, pola hidup Hedonisme, ugal-ugalan, narkoba, dan lain sebagainya. Meskipun tetap masih ada yang peduli, “masih ada yang menjaga Merah Putih di pantai terjauh” katanya
Apapula urusanku mengutak-atik kebiasaan/budaya।kesenangan orang lain? Ada yang menghampiri pertanyaan itu dikepalaku setelah selesai menuliskan urain ringan diatas। Saya tidak bermaksud mengutak-atik /menyalahkan, hanya saja perlu dilakukan perbaikan। Menyisihkan sedikit demi sedikit demi masa pendidikan yang lebih baik. Mari Sekolahkan anak kita, Jika kita sudah punya niat untuk itu maka mari sekolahkan dia ketempat yang lebih baik. Tentunya dengan menyisihkan lebih dari sedikit. Sudahlah akhiri budaya-budaya kita yang salah. Mari Kita lebih Bijaksana. Jika kita tetap begini maka mereka yang rakus akan tetap memangsa hak kita karena kebutaan kita akan kepemilikan hak kita. Andai saja semua memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang maka Republik ini tidak akan seperti ini. Percaya atau tidak kita mewarisi budaya yang salah karena Kebiadaban Penjajahan masa lalu, pengaruh lingkungan dan lain sebagainya. Sekarang berlanjut dengan New Imperialisme=Kolonialisme Modern=Diajajah bangsa Sendiri. Selama Kita tidak Pintar kita akan kalah, Sekolah hanya salah satu wahdah menimba ilmu, Ilmu tersebar dimana saja. Tergantung kita menggapainya. Seharusnya kita tidak miskin(red kalah) karena sebelumnya peradaban kita sudah maju. Sumber Daya Alam kita melimpah ruah.
Sangat menyenangkan ketika mendengarkan Iklan Layanan Masyarakat di Televisi. Seorang ayah bertekad akan menyekolahkan anaknya setamat SLTP, ketika ada yang meanwari pekerjaan ke Ibukota.
Masing-masing punya budaya, ada yang salah implementasinya ada yang tetap baik… Anda bisa berbagi sehingga kita bisa melakukan suatu pandangan bagi mereka baik berupa penyuluhan atau bahkan sekitar informasi। Terimaksih……। Mohon Maaf jika menyinggung perasaan saudara सेकलियन. BANGKITALAH INDONESIA



Selengkapnya?

Perhitungan Kekuatan Struktur ( Dari Hati Nurani )

Pernahkah kita tersadarkan bahwa pergerakan hati nurani dibidang konstruksi runtuh dinegara kita tercinta ini. Bagunan yang asal jadi yang diakibatkan pengawasan yang sangat rentan kearah korupsi.... Pernahkah terlintas?

Hati Nurani kita sebesar struktur yang yang kita bangun...
Adalah hal yang lumrah bagi setiap siswa/mahasiswa dan orang-orang yang bergelut didunia bangunan akan menjumpai wacana “kekuatan struktur”(strength of structure). Dalam banyak kasus akan dilakukan pengujian dan penelitian untuk mendapatkan kekuatan suatu struktur melalui pencampuran material-material yang berguna untuk mendapatkan komposisi yang diharapkan. Dalam kasus sederhana banyak mahasiswa akan melakukan pengujian dan sang dosen akan membimbing untuk menyetujui atau menolak penelitian tersebut. Hasil-hasil dan ketentuan-ketentuan mengenai formula campuran material inilah yang akan dibawakan oleh semua pihak-pihak yang terkait dalam perlaksanaan suatu proyek. Baik itu proyek pemerintah/swasta baik berupa sarana infrasturuktur maupun sarana lain. Dalam proyek adalah suatu keharusan untuk melakukan
Ø Pengendalian waktu
Ø Pengendalian mutu
Ø Pengendalian biaya.
Maka dalam tulisan ini akan diangkat permasalahan pengendalian mutu yang banyak dilaksanakan untuk proyek-proyek pemerintah. Karena disinilah lebih sering terjadi kesalahan/kesengajaan yang mengakibatkan mutu yang jauh dari yang diharapkan(rencanakan). Melaksanakan pekerjaan struktur dan mengontrolnya mungkin sudah banyak literature yang mengulasnya. Hanya saja pernahkah terlintas dalam pikiran anda jatuhnya mutu disebapkan rendahnya “Hati Nurani” Mungkin anda akan sedikit bingung, OK. Seperti yang saya sebutkan diatas, ada banyak cara/formula/metode baik dalam hal pelaksanaan untuk melakukan kontrol terhadap mutu. Namun untuk diketahui bahwa banyak sekali kebocoran-kebocoran yang terjadi akibat kelalaian atau bahkan kesengajaan diproyek yang mengakibatkan stuktur suatu bangunan jauh dari target umur rencananya. Contohnya adanya permainan disemua instansi pelaksana proyek tersebut. Hal ini saya angkat dari keluh kesah seorang konsultan yang berpredikat “site inspector” dan tamat dengan title sarjana teknik, disuatu proyek disuatu tempat. Bagaimana beliau melihat sendiri amburadulnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek itu. Beliau bertanggung jawab akan pengendalian lapangan terhadap 3 item diatas. Dari segi pengendalian waktu dan biaya memang ini berhasil, pelaksanaan yang tepat waktu dan biayanya sesuai kontrak Bagaimana dengan mutu? Bangunan yang akan didirikan ini seharusnya menggunakan suatu standar yang telah disepakati didalam kontrak, namun kenyataannya mutunya harus diturunkan dan disepakati oleh PU, Konsultan, dan ini sangat menguntungkan Kontraktor dan selisih mutu ini akan menjadi uang yang akan dibagikan sesuai porsi yang disepakati. Hal ini dikenal dengan istilah yang sangat akrab ditelinga orang proyek “lumpsum”. Setelah mutu ini berkurang, site inspector nakal kembali memanfaatkan lemahnya kontrol dari pimpinannya sehingga bernegosiasi kembali untuk mengambil porsinya baik dari segi kuantitas maupun kualitas struktur. Apabila tertangkap basah oleh atasannya maka atasannya akan mengataka “hati-hati ya, jangan terlalu mencolok”. Beliau tidak akan berani ambil tindakan tegas, Karena anak buah sudah tentu tahu kalau para Bos ini juga sudah ada porsi. Komplikasi bukan? Umur rencana structure berkurang……… bagaimana dengan pelaksanaannya…. Ini juga menjadi masalah…. Misalnya… sesuai dengan standar mutu yang telah disepakati diharuskan untuk melakukan pengecoran didalam air, apalagi berjalan. Pelaksanaan? Nol besar… Kontraktor utama yang banyak mengandalkan sub-sub kontraktor dengan memberikan harga yang sangat jauh dibawah layak ini akan melakukan apa saja termasuk melakukan pengecoran dalam air, lumpur, material yang tidak bersih, apalagi mutu yang telah disepakati dikurangi. Oh ya.. bagaimana bisa seorang sub kontraktor bisa melakukan suatu pekerjaan yang sesuai spesifikasi bila ia telah menerima harga kontraknya (40-60)% dari penawaran kontraktor utama. ( Ada yang bisa beri komentar? ) bagaimana logikanya seorang ditugaskan dilapangan untuk mengawasi pekerjaan yang secara logika jauh dibawah harga standarnya. Sinakal pasti tidak akan perduli, dia akan buat sesuai arahan sibosnya… “Buatkan perintah tertulisnya menolak pekerjaan tersebut” begitulah kira-kira perintah si Bos, namun belakangan surat itu menjadi senjata ampuh bagi sibos untuk melakukan posisi tawar yang baik demi uang masuk. Bagaimana dengan si hati nurani, hampir sama dengan sinakal, dia tahu bahwa ia tidak dapat merubah kondisi tersebut, ia akan lakoni pekerjaan tersebut demi perut sejengkal atau bahkan demi anak istri. Hanya saja ia lebih mengarahkan orang-orang dilapangan untuk memaksimalkan kondisi tersebut. Contohnya melakukan pendekatan dari hati kehati dengan para tukang, pengawas lapangan paling tidak untuk meminimalisir kesalahan pelaksanaan sturktur yang mutunya sudah terdegradasi. Hal yang saya titik beratkan ditulisan kali ini adalah bagai mana menjaga mutu suatu struktur tanpa regulasi yang baik. Dan siapa yang berhak memastikannya? Ada suatu proyek yang menurut institusi yang mengauditnya adalah merugikan negara, disebapkan kegagalan struktur setelah dilakukan peninjauan bersama. Apa yang terjadi? Malahan institusi ini juga mengambil kondisi ini dengan memeras pimpro, kontraktor demi uang masuk. Hal ini benar-benar terjadi. Nah kembali kepertanyaan sebelumnya, siapa yang bisa memastikan ini akan benar-benar aman? Ingat Menara kembar di Malaysia? Satu lantai bangunan itu terpaksa harus dibongkar karena standar mutu yang diharapkan tidak sesuai, padahal ketidak sesuaian itu persentasenya sangat kecil dibandingkan efek yang akan ditimbulkannya. Tapi diperintahkan untuk dibongkar.. Bagaimana dengan kita?.. Hal ini sudah pasti menjadi ladang uang bagi mereka yang menemukan kesalahan itu. Oleh karena itu ada banyak dari kita pengawas, yang mengharapkan kesalahan dari kontraktor sehingga ada jalan bagi kita untuk melakukan posisi tawar yang kemudian kita sebut uang pengertian… Benarkah demikian? Ask yourself…….. Who You are…
Adalah Percuma Hitung-Hitung, test segala Macam, Rumus yang Berkepanjangan apabila Tanggung Jawab Moral masih (?)ditengah pelaksanaan regulasi hukum yang amburadul...
Tulisan ini terlintas begitu saja, dan hanya dari satu sudut pandang (pihak pengawas bawahan( tentunya ada dari pihak kontraktor, Pemerintah, dan lain sebaginya… Silahkan buat tanggapan anda. Menghilangkan penyelewengan itu mungkin sulit, namun kita dapat menguranginya dengan manggugah hati nurani kita dan mereka yang berkutat didalamnya… Mari berbagi ide…

Technorati Profile


Selengkapnya?